Saturday, March 14, 2009

hunting for baking paper







sejak belajar membuat kue dan rajin 'jalan-jalan ke blog' lain, saya jadi penasaran dengan yang namanya papercup momma. belakangan saya tahu kalau ternyata momma cupcake di singapore menggunakan papercup yang disini - di indonesia- jadi terkenal dengan sebutan papercup momma. yang saya agak bingung, mungkin karena baru dalam dunia baking ini, untuk mendapatkan papercup yang warnanya putih itu, tidak semudah yang saya bayangkan. tinggal datang ke toko, tunjuk, sebutkan berapa jumlah yang diinginkan, dibayar, dan selesai.







lalu di muncul juga papercup yang modelnya sama tetapi bahan dan motifnya lebih berwarna. nah, yang ini lebih sulit lagi mendapatkannya. kalau pun ada, jumlahnya sedikit. setiap retailer, saya menyebut begitu, menawarkan motif yang berbeda. yang saya juga bingung, setahu saya, yang membuat cupcake dan yang punya toko kue online dan offline kan belakangan makin banyak, kenapa papercupnya susah didapat yah? kenapa toko bahan kue yang katanya besar dan lengkap di jakarta sekalipun tidak mengakomodasi kebutuhan dan peluang ini?







ketika seorang teman dari amerika sana bertanya, apa yang saya inginkan dari sana sebagai oleh-oleh, saya minta papercup itu. dan lucunya, teman yang bekerja di restoran yang tentunya tahu tentang bakeware dan baking, seharian mencari papercup yang saya maksud, tidak ketemu, katanya.



wah, saya lebih penasaran lagi. masa' siy di kota besar dan di negara sebesar itu, dimana resep-resep american baking berasal, tidak ada papercup itu?








kemudian dari mr.google saya temukan dimana pabriknya. sesuai dengan tulisan di kemasannya 'made in usa'. akhirnya teman saya menemukan dimana membeli papercup putih itu untuk saya. tidak tanggung-tanggung, dia membawa 1000 buah!








mengapa pada awalnya sulit menemukan? karena disana papercup tersebut tidak lazim digunakan untuk memanggang cupcake. tetapi untuk souffle. jadi ketika disebut kertas kue untuk souffle, ketemulah papercup itu. pastry chef di restoran tersebut, jadi tertarik dan bertanya-tanya tentang trend cupcake di indonesia terutama di jakarta dan beberapa kota besar lainnya. saya berikan beberapa alamat blog lain yang memproduksi cupcake dan menggunakan papercup itu untuk memanggang cupcake.








ternyata juga, ukuran solo cup - papercup itu beraneka ragam. ada yang diameter bawahnya hanya 2 centi saja. saya senang sekali ketika menemukan ini. sebab, menurut saya, untuk konsumsi anak-anak, ukuran ini lebih sesuai. tidak terlalu kenyang, dan tidak memungkinkan hiasan yang rumit. ngeles banget yah. pada dasarnya saya belum bisa menghias. masih perlu banyak latihan. sekolah atau kursus juga mungkin.







akhirnya saya mendapatkan juga beberapa papercup yang bermotif, berwarna, berbagai ukuran, dan model. oh, ya. tetangga sebelah saya bekerja di bea cukai dan adiknya bekerja di shipping company. saya menceritakan kerumitan mendapatkan papercup bermotif disini. omong punya omong, ketemulah kesimpulan saya. papercup putih alias solo cup alias souffle cup itu diproduksi di amerika, persisnya di iilinois. dan yang berwarna dan bermotif itu diproduksi di china. nah, sejak geger susu bermelamin dan beberapa produk makanan dan minuman dari china yang berbahaya, semua produk dari china terutama yang berkaitan dengan makanan dan kesehatan, untuk masuk ke indonesia harus melalui sekian macam test dari berbagai departemen terkait. proses yang banyak makan biaya dan makan waktu ini tentunya dianggap tidak menguntungkan oleh eksportir dari china.




hal ini terlihat dari berkurangnya dengan drastis kapal-kapal besar pengangkut barang yang masuk ke pelabuhan barang indonesia, salahsatunya merak. dulu, sebelum geger susu bermelamin, bisa masuk 10-15 kapal dalam seminggu. sekarang ini, sudah hampir setahun, belum tentu ada satu kapal yang masuk. ekor dari masalah ini menjadi panjang. sebab shipping company juga berkurang pendapatan, pekerjaan berkurang, pegawai juga terancam oleh PHK.



dari situlah saya mengambil kesimpulan mengapa papercup made in china sulit masuk ke indonesia. kalau pun ada sekarang, di beberapa toko atau beberapa orang, itu melalui bagasi pesawat ditenteng atau hanya dikirim via paket biasa. itu menjawab mengapa barangnya ada tetapi jumlahnya sedikit. menenteng barang tidak mungkin banyak. masuk sini harus melalui customs. paket pun tidak bisa besar.



semoga sharing saya bermanfaat.

3 comments:

Yuli said...

Say... aku dah pesen semua warna polkadotnya and semua warna abstractnya... hehehe Thanks for sharing... yg lain2 aku gak berani beli sebelum dikau posting ah...

MorphAna said...

ijin share linknya ya mbak

MorphAna said...

ijin share link blognya ya mbak